Minggu, 06 Februari 2011
HITUNGAN NIKMAT ALLAH TAK TERHINGGA
QS 14 : 32-34 PERMANEN
allaahu alladzii khalaqa alssamaawaati waal-ardha wa-anzala mina alssamaa-i maa-an fa-akhraja bihi mina altstsamaraati rizqan lakum wasakhkhara lakumu alfulka litajriya fii albahri bi-amrihi wasakhkhara lakumu al-anhaara
[14:32] Allah-lah yang telah menciptakan langit dan bumi dan menurunkan air hujan dari langit, kemudian Dia mengeluarkan dengan air hujan itu berbagai buah-buahan menjadi rezki untukmu; dan Dia telah menundukkan bahtera bagimu supaya bahtera itu, berlayar di lautan dengan kehendak-Nya, dan Dia telah menundukkan (pula) bagimu sungai-sungai.
wasakhkhara lakumu alsysyamsa waalqamara daa-ibayni wasakhkhara lakumu allayla waalnnahaara
[14:33] Dan Dia telah menundukkan (pula) bagimu matahari dan bulan yang terus menerus beredar (dalam orbitnya); dan telah menundukkan bagimu malam dan siang.
waaataakum min kulli maa sa-altumuuhu wa-in ta'udduu ni'mata allaahi laa tuhsuuhaa inna al-insaana lazhaluumun kaffaarun
[14:34] Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dan segala apa yang kamu mohonkan kepadanya. Dan jika kamu menghitung ni'mat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat mengingkari (ni'mat Allah).
allaahu alladzii khalaqa alssamaawaati waal-ardha wa-anzala mina alssamaa-i maa-an fa-akhraja bihi mina altstsamaraati rizqan lakum wasakhkhara lakumu alfulka litajriya fii albahri bi-amrihi wasakhkhara lakumu al-anhaara
[14:32] Allah-lah yang telah menciptakan langit dan bumi dan menurunkan air hujan dari langit, kemudian Dia mengeluarkan dengan air hujan itu berbagai buah-buahan menjadi rezki untukmu; dan Dia telah menundukkan bahtera bagimu supaya bahtera itu, berlayar di lautan dengan kehendak-Nya, dan Dia telah menundukkan (pula) bagimu sungai-sungai.
wasakhkhara lakumu alsysyamsa waalqamara daa-ibayni wasakhkhara lakumu allayla waalnnahaara
[14:33] Dan Dia telah menundukkan (pula) bagimu matahari dan bulan yang terus menerus beredar (dalam orbitnya); dan telah menundukkan bagimu malam dan siang.
waaataakum min kulli maa sa-altumuuhu wa-in ta'udduu ni'mata allaahi laa tuhsuuhaa inna al-insaana lazhaluumun kaffaarun
[14:34] Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dan segala apa yang kamu mohonkan kepadanya. Dan jika kamu menghitung ni'mat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat mengingkari (ni'mat Allah).
SYARAT TERKABULNYA DO'A
Banyak orang yang berdoa melakukan perbuatan yang menyebabkan doa mereka ditolak dan tidak dikabulkan, karena ketidaktahuan mereka tentang syarat-syarat doa, padahal apabila tidak terpenuhi salah satu syarat tersebut, maka doa tersebut tidak dikabulkan.
Adapun syarat-syarat yang terpenting antara lain.
[1]. Ikhlas
[2]. Tidak Berdoa Untuk Sesuatu Dosa
[3]. Tidak Memutuskan Silaturrahmi
Dari Abu Said bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
“Artinya : Apabila seorang muslim berdoa dan tidak memohon suatu yang berdosa atau pemutusan kerabat kecuali akan diakabulkan oleh Allah salah satu dari tiga ; Akan dikabulkan doanya atau ditunda untuk simpanan di akhirat atau menghilangkan daripadanya keburukan yang semisalnya”.[Musnad Ahmad 3/18. Imam Al-Mundziri mengatakannya Jayyid (bagus) Targhib 2/478].
[4]. Hendaknya Makanan Dan Pakaian Dari Yang Halal Dan Bagus
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam menyebutkan :
“Artinya : Seorang laki-laki yang lusuh lagi kumal karena lama bepergian mengangkat kedua tanganya ke langit tinggi-tinggi dan berdoa : Ya Rabbi, ya Rabbi, sementara makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram dan dagingnya tumbuh dari yang haram, maka bagaimana doanya bisa terkabulkan.?” [Shahih Muslim, kitab Zakat bab Qabulus Sadaqah 3/85-86].
[5]. Tidak Tergesa-gesa Dalam Menunggu Terkabulnya Doa
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda.
“Artinya : Akan dikabulkan permintaan seseorang di antara kamu, selagi tidak tergesa-gesa, yaitu mengatakan : Saya telah berdoa tetapi belum dikabulkan”.[Shahih Al-Bukhari, kitab Da'awaat 7/153. Shahih Muslim, kitab Do'a wa Dzikir 8/87]
[6] Hendaknya Berdoa Dengan Hati Yang Khusyu’
[7] Yakin Bahwa Doanya Pasti Akan Dikabulkan
Dari Abdullah bin Amr bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
“Artinya : Hati itu laksana wadah dan sebahagian wadah ada yang lebih besar dari yang lainnya, maka apabila kalian memohon kepada Allah, maka mohonlah kepada-Nya sedangkan kamu merasa yakin akan dikabulkan karena sesungguhnya Allah tidak akan mengabulkan doa dari hati yang lalai”. [Musnad Ahmad 2/177, Mundziri dalam kitab Targhib 2/478, Al-Haitsami dalam Majma Zawaid 10/148]
Yang dimaksud dengan sabda Nabi : “dari hati yang lalai” adalah hati yang berpaling dari Allah atau berpaling dari yang dimintanya. [Mir'atul Mafatih 7/360-361].
Adapun syarat-syarat yang terpenting antara lain.
[1]. Ikhlas
[2]. Tidak Berdoa Untuk Sesuatu Dosa
[3]. Tidak Memutuskan Silaturrahmi
Dari Abu Said bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
“Artinya : Apabila seorang muslim berdoa dan tidak memohon suatu yang berdosa atau pemutusan kerabat kecuali akan diakabulkan oleh Allah salah satu dari tiga ; Akan dikabulkan doanya atau ditunda untuk simpanan di akhirat atau menghilangkan daripadanya keburukan yang semisalnya”.[Musnad Ahmad 3/18. Imam Al-Mundziri mengatakannya Jayyid (bagus) Targhib 2/478].
[4]. Hendaknya Makanan Dan Pakaian Dari Yang Halal Dan Bagus
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam menyebutkan :
“Artinya : Seorang laki-laki yang lusuh lagi kumal karena lama bepergian mengangkat kedua tanganya ke langit tinggi-tinggi dan berdoa : Ya Rabbi, ya Rabbi, sementara makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram dan dagingnya tumbuh dari yang haram, maka bagaimana doanya bisa terkabulkan.?” [Shahih Muslim, kitab Zakat bab Qabulus Sadaqah 3/85-86].
[5]. Tidak Tergesa-gesa Dalam Menunggu Terkabulnya Doa
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda.
“Artinya : Akan dikabulkan permintaan seseorang di antara kamu, selagi tidak tergesa-gesa, yaitu mengatakan : Saya telah berdoa tetapi belum dikabulkan”.[Shahih Al-Bukhari, kitab Da'awaat 7/153. Shahih Muslim, kitab Do'a wa Dzikir 8/87]
[6] Hendaknya Berdoa Dengan Hati Yang Khusyu’
[7] Yakin Bahwa Doanya Pasti Akan Dikabulkan
Dari Abdullah bin Amr bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
“Artinya : Hati itu laksana wadah dan sebahagian wadah ada yang lebih besar dari yang lainnya, maka apabila kalian memohon kepada Allah, maka mohonlah kepada-Nya sedangkan kamu merasa yakin akan dikabulkan karena sesungguhnya Allah tidak akan mengabulkan doa dari hati yang lalai”. [Musnad Ahmad 2/177, Mundziri dalam kitab Targhib 2/478, Al-Haitsami dalam Majma Zawaid 10/148]
Yang dimaksud dengan sabda Nabi : “dari hati yang lalai” adalah hati yang berpaling dari Allah atau berpaling dari yang dimintanya. [Mir'atul Mafatih 7/360-361].
Senin, 31 Januari 2011
APA ITU TAQWA
alladziina yu/minuuna bialghaybi wayuqiimuuna alshshalaata wamimmaa razaqnaahum yunfiquuna
[2:3] (yaitu) mereka yang beriman13 kepada yang ghaib,14 yang mendirikan shalat,15 dan menafkahkan sebahagian rezki16 yang Kami anugerahkan kepada mereka.
waalladziina yu/minuuna bimaa unzila ilayka wamaa unzila min qablika wabial-aakhirati hum yuuqinuuna
[2:4] dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Qur'an) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu,17 serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat.
wasaari'uu ilaa maghfiratin min rabbikum wajannatin 'ardhuhaa alssamaawaatu waal-ardhu u'iddat lilmuttaqiina
[3:133] Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa,
alladziina yunfiquuna fii alssarraa-i waaldhdharraa-i waalkaatsimiina alghayzha waal'aafiina 'ani alnnaasi waallaahu yuhibbu almuhsiniina
[3:134] (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema'afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.
waalladziina idzaa fa'aluu faahisyatan aw zhalamuu anfusahum dzakaruu allaaha faistaghfaruu lidzunuubihim waman yaghfiru aldzdzunuuba illaa allaahu walam yushirruu 'alaa maa fa'aluu wahum ya'lamuuna
[3:135] Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri229, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.
[2:3] (yaitu) mereka yang beriman13 kepada yang ghaib,14 yang mendirikan shalat,15 dan menafkahkan sebahagian rezki16 yang Kami anugerahkan kepada mereka.
waalladziina yu/minuuna bimaa unzila ilayka wamaa unzila min qablika wabial-aakhirati hum yuuqinuuna
[2:4] dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Qur'an) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu,17 serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat.
wasaari'uu ilaa maghfiratin min rabbikum wajannatin 'ardhuhaa alssamaawaatu waal-ardhu u'iddat lilmuttaqiina
[3:133] Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa,
alladziina yunfiquuna fii alssarraa-i waaldhdharraa-i waalkaatsimiina alghayzha waal'aafiina 'ani alnnaasi waallaahu yuhibbu almuhsiniina
[3:134] (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema'afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.
waalladziina idzaa fa'aluu faahisyatan aw zhalamuu anfusahum dzakaruu allaaha faistaghfaruu lidzunuubihim waman yaghfiru aldzdzunuuba illaa allaahu walam yushirruu 'alaa maa fa'aluu wahum ya'lamuuna
[3:135] Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri229, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.
Minggu, 30 Januari 2011
KENIKMATAN ITU DIBERIKAN DI DUNIA BAGI YANG MENGINGINKANNYA
QS Ibrahim 28-30
alam tara ilaa alladziina baddaluu ni'mata allaahi kufran wa-ahalluu qawmahum daara albawaari
[14:28] Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang telah menukar ni'mat Allah789 dengan kekafiran dan menjatuhkan kaumnya ke lembah kebinasaan?,
jahannama yashlawnahaa wabi/sa alqaraaru
[14:29] yaitu neraka jahannam; mereka masuk kedalamnya; dan itulah seburuk-buruk tempat kediaman.
waja'aluu lillaahi andaadan liyudhilluu 'an sabiilihi qul tamatta'uu fa-inna mashiirakum ilaa alnnaari
[14:30] Orang-orang kafir itu telah menjadikan sekutu-sekutu bagi Allah supaya mereka menyesatkan (manusia) dari jalan-Nya. Katakanlah: "Bersenang-senanglah kamu, karena sesungguhnya tempat kembalimu ialah neraka".
qul li'ibaadiya alladziina aamanuu yuqiimuu alshshalaata wayunfiquu mimmaa razaqnaahum sirran wa'alaaniyatan min qabli an ya/tiya yawmun laa bay'un fiihi walaa khilaalun
[14:31] Katakanlah kepada hamba-hamba-Ku yang telah beriman: "Hendaklah mereka mendirikan shalat, menafkahkan sebahagian rezki yang Kami berikan kepada mereka secara sembunyi ataupun terang-terangan sebelum datang hari (kiamat) yang pada bari itu tidak ada jual beli dan persahabatan.
alam tara ilaa alladziina baddaluu ni'mata allaahi kufran wa-ahalluu qawmahum daara albawaari
[14:28] Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang telah menukar ni'mat Allah789 dengan kekafiran dan menjatuhkan kaumnya ke lembah kebinasaan?,
jahannama yashlawnahaa wabi/sa alqaraaru
[14:29] yaitu neraka jahannam; mereka masuk kedalamnya; dan itulah seburuk-buruk tempat kediaman.
waja'aluu lillaahi andaadan liyudhilluu 'an sabiilihi qul tamatta'uu fa-inna mashiirakum ilaa alnnaari
[14:30] Orang-orang kafir itu telah menjadikan sekutu-sekutu bagi Allah supaya mereka menyesatkan (manusia) dari jalan-Nya. Katakanlah: "Bersenang-senanglah kamu, karena sesungguhnya tempat kembalimu ialah neraka".
qul li'ibaadiya alladziina aamanuu yuqiimuu alshshalaata wayunfiquu mimmaa razaqnaahum sirran wa'alaaniyatan min qabli an ya/tiya yawmun laa bay'un fiihi walaa khilaalun
[14:31] Katakanlah kepada hamba-hamba-Ku yang telah beriman: "Hendaklah mereka mendirikan shalat, menafkahkan sebahagian rezki yang Kami berikan kepada mereka secara sembunyi ataupun terang-terangan sebelum datang hari (kiamat) yang pada bari itu tidak ada jual beli dan persahabatan.
PERUMPAMAAN YANG BAIK
Surat Ibrahim 24 - 27
alam tara kayfa dharaba allaahu matsalan kalimatan thayyibatan kasyajaratin thayyibatin ashluhaa tsaabitun wafar'uhaa fii alssamaa/-i
24. Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik [786] seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit, [786] Termasuk dalam "kalimat yang baik" ialah kalimat tauhid, segala ucapan yang menyeru kepada kebajikan dan mencegah dari kemungkaran serta perbuatan yang baik. Kalimat tauhid seperti "laa ilaa ha illallaah".
tu/tii ukulahaa kulla hiinin bi-idzni rabbihaa wayadhribu allaahu al-amtsaala lilnnaasi la'allahum yatadzakkaruuna
25. pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat.
wamatsalu kalimatin khabiitsatin kasyajaratin khabiitsatin ijtutstsat min fawqi al-ardhi maa lahaa min qaraarin
26. Dan perumpamaan kalimat yang buruk[787] seperti pohon yang buruk, yang telah dicabut dengan akar-akarnya dari permukaan bumi; tidak dapat tetap (tegak) sedikitpun. [787] Termasuk dalam "kalimat yang buruk" ialah kalimat kufur, syirik, segala perkataan yang tidak benar dan perbuatan yang tidak baik.
yutsabbitu allaahu alladziina aamanuu bialqawli altstsaabiti fii alhayaati alddunyaa wafii al-aakhirati wayudhillu allaahu alzhzhaalimiina wayaf'alu allaahu maa yasyaa/u
27. Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu[788] dalam kehidupan di dunia dan di akhirat; dan Allah menyesatkan orang-orang yang zalim dan memperbuat apa yang Dia kehendaki. [788] Yang dimaksud "ucapan-ucapan yang teguh" di sini ialah kalimatun thayyibah yang disebut dalam ayat 24 di atas.
Allah selalu membuat perumpamaan perumpamaan yang baik. Yang tujuannya satu yaitu kalimah thoyibah LA ILA HA ILALLAH
"Beritahukan kepada kami pohon yang menyerupai orang Islam : Seperti pohon yang baik, akarnya kuat dan cabangnya menjulang ke langit dan pohon itu menghasilkan buah yang banyak pada setiap musimnya dengan seizin Allah.
"Tidak Termasuk orang yang beriman apabila yang muda tidak menghormati yang tua dan yang tua tidak menghargai yang muda".
Sesungguhnya orang -orang kafir ketika datang kematian malaikat datang akan memukul bagian belakang untuk mencabut nyawanya. Setelah masuk ke dalam kubur oleh malaikat akan ditanyakan siapa Tuhanmu, Siapa Rasulmu, dan Allah menjadikan orang kafir lupa (HR Baehaqi dr Ibnu Abas)
Fathir 22
wamaa yastawii al-ahyaau walaa al-amwaatu inna allaaha yusmi'u man yasyaau wamaa anta bimusmi'in man fii alqubuuri
22. dan tidak (pula) sama orang-orang yang hidup dan orang-orang yang mati. Sesungguhnya Allah memberi pendengaran kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan kamu sekali-kali tiada sanggup menjadikan orang yang didalam kubur dapat mendengar [1255].
[1255] Maksudnya: Nabi Muhammad tidak dapat memberi petunjuk kepada orang-orang musyrikin yang telah mati hatinya
alam tara kayfa dharaba allaahu matsalan kalimatan thayyibatan kasyajaratin thayyibatin ashluhaa tsaabitun wafar'uhaa fii alssamaa/-i
24. Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik [786] seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit, [786] Termasuk dalam "kalimat yang baik" ialah kalimat tauhid, segala ucapan yang menyeru kepada kebajikan dan mencegah dari kemungkaran serta perbuatan yang baik. Kalimat tauhid seperti "laa ilaa ha illallaah".
tu/tii ukulahaa kulla hiinin bi-idzni rabbihaa wayadhribu allaahu al-amtsaala lilnnaasi la'allahum yatadzakkaruuna
25. pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat.
wamatsalu kalimatin khabiitsatin kasyajaratin khabiitsatin ijtutstsat min fawqi al-ardhi maa lahaa min qaraarin
26. Dan perumpamaan kalimat yang buruk[787] seperti pohon yang buruk, yang telah dicabut dengan akar-akarnya dari permukaan bumi; tidak dapat tetap (tegak) sedikitpun. [787] Termasuk dalam "kalimat yang buruk" ialah kalimat kufur, syirik, segala perkataan yang tidak benar dan perbuatan yang tidak baik.
yutsabbitu allaahu alladziina aamanuu bialqawli altstsaabiti fii alhayaati alddunyaa wafii al-aakhirati wayudhillu allaahu alzhzhaalimiina wayaf'alu allaahu maa yasyaa/u
27. Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu[788] dalam kehidupan di dunia dan di akhirat; dan Allah menyesatkan orang-orang yang zalim dan memperbuat apa yang Dia kehendaki. [788] Yang dimaksud "ucapan-ucapan yang teguh" di sini ialah kalimatun thayyibah yang disebut dalam ayat 24 di atas.
Allah selalu membuat perumpamaan perumpamaan yang baik. Yang tujuannya satu yaitu kalimah thoyibah LA ILA HA ILALLAH
"Beritahukan kepada kami pohon yang menyerupai orang Islam : Seperti pohon yang baik, akarnya kuat dan cabangnya menjulang ke langit dan pohon itu menghasilkan buah yang banyak pada setiap musimnya dengan seizin Allah.
"Tidak Termasuk orang yang beriman apabila yang muda tidak menghormati yang tua dan yang tua tidak menghargai yang muda".
Sesungguhnya orang -orang kafir ketika datang kematian malaikat datang akan memukul bagian belakang untuk mencabut nyawanya. Setelah masuk ke dalam kubur oleh malaikat akan ditanyakan siapa Tuhanmu, Siapa Rasulmu, dan Allah menjadikan orang kafir lupa (HR Baehaqi dr Ibnu Abas)
Fathir 22
wamaa yastawii al-ahyaau walaa al-amwaatu inna allaaha yusmi'u man yasyaau wamaa anta bimusmi'in man fii alqubuuri
22. dan tidak (pula) sama orang-orang yang hidup dan orang-orang yang mati. Sesungguhnya Allah memberi pendengaran kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan kamu sekali-kali tiada sanggup menjadikan orang yang didalam kubur dapat mendengar [1255].
[1255] Maksudnya: Nabi Muhammad tidak dapat memberi petunjuk kepada orang-orang musyrikin yang telah mati hatinya
Minggu, 16 Januari 2011
Langganan:
Postingan (Atom)